Tampilkan postingan dengan label Demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demokrat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Februari 2017

Hasto Kristiyanto Menginginkan Koalisi Pemerintah Menyatu Pada Pilgub DKI Jakarta Putaran Kedua

Hasto Kristiyanto Menginginkan Koalisi Pemerintah Menyatu Pada Pilgub DKI Jakarta Putaran Kedua | DGPOKER - AGEN POKER UANG ASLI TERPERCAYA


Hasto Kristiyanto Menginginkan Koalisi Pemerintah Menyatu Pada Pilgub DKI Jakarta Putaran Kedua
Hasto Kristiyanto Menginginkan Koalisi Pemerintah Menyatu Pada Pilgub DKI Jakarta Putaran Kedua

Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto menginginkan koalisi pemerintah menyatu pada Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Siapa saja dari poros Cikeas yang ingin gabung ke koalisi pengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat akan diumumkan pada 4 maret mendatang. Arah akan dibicarakan dan dipastikan setelah KPU selesai mengumumkan hasil Pilkada serentak.

 

DGPOKER - AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

 

"Sangat tidak bagus jika KPU belum mengumumkan dan kita sudah menyatakan dukungan, tepatnya tanggal 4 Maret semua kerja sama partai harus dipastikan," ungkapnya dalam konferensi pers rapat konsolidasi dengan DPD PDIP se-Indonesia di Kantor DPP PDI, Selasa, (21/02).

DGPOKER - SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA

 

Menurut Hasto, kerja sama partai di tingkat nasional akan lebih bagus jika diikuti kerja sama di tataran Provinsi dan Kota. Kerja sama paling tinggi dalam Pilkada adalah dengan partai yang ada di dalam pemerintahan.

"Kerja sama kita paling tinggi di Pilkada adalah dengan partai yang ada di pemerintahan," imbuhnya.


DGPOKER - AGEN POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA

 

Komunikasi antarpartai, Hasto contohkan seperti komunikasi yang sudah dirinya lakukan dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Golkar Idrus Marham yang sudah intens melakukan komunikasi dengan PPP dan PAN. "Idrus Marham sudah intens dengan PPP dan PAN," paparnya.

Terkait komunikasi politik dengan Demokrat, Hasto mengaku sudah melakukannya. Namun, keputusan tetap akan diserahkan sepenuhnya ke Demokrat dengan pertimbangan strategis partai.

"Seperti dengan Demokrat saya sudah lakukan, kerja sama antar partai harus dengan pertimbangan strategis dari partai," jelasnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Trimedya Panjaitan berharap partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan ikut mendukung Ahok-Djarot memenangkan Pilgub DKI. Khususnya, bagi partai yang kadernya mendapat kursi menteri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Kan di pemerintahan sama, menterinya sama-sama dapat. Ya di pemerintahan DKI juga kami harap sama," ujar dia.

Jika semua partai koalisi bersatu, dipastikan Trimedya kursi DKI akan lebih mudah dimenangkan Ahok-Djarot. Mengingat, setiap partai yang tergabung dalam koalisi memiliki massa untuk mendongkrak suara di Pilgub DKI nanti.

"Karena kalau itu terjadi, kalau parameternya pemilu 2014, kami hanya perlu 3-4 persen yang kami kerja. Partai pendukung kami tentu tahu dimana kantung-kantung suara mereka," pungkas Trimedya.

Diketahui, PAN, PKB dan PPP yang merupakan pendukung Agus di Pilgub DKI mendapatkan jatah menteri di Kabinet Kerja. PAN 1 menteri, PKB 3 menteri dan PPP 1 menteri.


Selasa, 14 Februari 2017

Partai Demokrat Berharap PKB Dan PPP Bergabung Untuk Ajukan Hak Angket Ahok

Partai Demokrat Berharap PKB Dan PPP Bergabung Untuk Ajukan Hak Angket Ahok | DGPOKER - AGEN POKER UANG ASLI TERPERCAYA

Partai Demokrat Berharap PKB Dan PPP Bergabung Untuk Ajukan Hak Angket Ahok
Partai Demokrat Berharap PKB Dan PPP Bergabung Untuk Ajukan Hak Angket Ahok

Partai Amanat Nasional (PAN), PKS, Partai Gerindra dan Demokrat bersatu mengajukan hak angket pasalnya pemerintah juga belum menonaktifkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Partai Demokrat berharap PKB dan PPP bergabung untuk ajukan Hak Angket Ahok.

 

DGPOKER - AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA


Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengklaim bahwa parpol PKB dan PPP memiliki kesamaan dalam memandang hak angket memang perlu dilakukan. Hak angket dilakukan untuk membuktikan atas dugaan pelanggaran aturan oleh pemerintah dengan mengangkat kembali Ahok.

DGPOKER - SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA


"Romi (Romahurmuziy) sedang di luar kota. PKB sedang konsolidasi tapi pada dasarnya mereka memahami. Memahami bahwa angket itu memang perlu. Ya mudah-mudahan (bergabung)," kata Syarief di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/2).

DGPOKER - AGEN POKER ONLINE UANG ASLI  TERPERCAYA


Syarief mengklaim, seluruh kader solid untuk memberikan dukungan terkait usulan angket. Hanya saja, dia mengakui masih ada sebagian kader di luar kota dan belum memberikan tanda tangan.

"Sudah hampir 100 kan. Yang lagi di luar kota yang belum. Yang di Jakarta sudah semua. Solid, kecuali yang belum PAW (Pergantian Antar Waktu) ya," klaimnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjelaskan dalam rapat paripurna akan dilakukan perhitungan anggota yang setuju penggunaan angket dan tidak setuju. Sejauh ini baru 4 partai, yakni PAN, PKS, Gerindra dan Demokrat yang setuju dengan hak angket. Total dukungan yang terkumpul baru sekitar 90 anggota. Kemungkinan dua fraksi yakni PKB dan PPP akan mendukung usulan hak angket.

Menurutnya, jika PKB dan PPP merapat, total dukungan yang bisa diraup sekitar 300 orang. Jumlah tersebut sudah cukup untuk meloloskan hak angket kepada pemerintah. Apabila telah mendapat persetujuan, otomatis pansus hak angket 'Ahok Gate' bisa dibentuk.

"Kemudian anggota setuju hitung anggota saja ini baru 4 fraksi, katanya 6. Kalau 6 kan berarti lebih dari 300. Logikanya begitu, sedikit banyak akan lolos, kalau lolos akan dibentuk pansus angket," kata Fahri.
 

Selasa, 07 Februari 2017

Janji SBY Tidak Akan Lengserkan Jokowi, Ini Tanggapan PDIP

Janji SBY Tidak Akan Lengserkan Jokowi, Ini Tanggapan PDIP | DGPOKER - AGEN POKER UANG ASLI TERPERCAYA

Janji SBY Tidak Akan Lengserkan Jokowi, Ini Tanggapan PDIP
Janji SBY Tidak Akan Lengserkan Jokowi, Ini Tanggapan PDIP

Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) janji tidak akan lengserkan Jokowi dan akan memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk menuntaskan masa kerjanya hingga selesai. Demokrat tidak akan menjatuhkan  pemerintahan yang sah secara konstitusi.

 

DGPOKER - AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA

 

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memberikan tanggapan, pernyataan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya bersifat normatif. Dia berkata, dalam sistem perpolitikan yang diterapkan Negara Indonesia adalah sistem kerja sama atau gotong royong.

DGPOKER - SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA

 

"Soal kalimat menyelesaikan masa baktinya itu kalimat standar yang normatif. Jadi tak perlu diurai untuk mengadu-adu. Politik kita adalah politik gotong royong membangun persaudaraan," kata Hendrawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2).
 

DGPOKER - AGEN POKER ONLINE UANG ASLI TERPERCAYA  

 

PDIP, kata dia, mendorong agar semua partai politik membantu memikirkan kepemimpinan nasional yang berintegritas. Untuk itu, Hendrawan setuju dengan sikap SBY dan Partai Demokrat atas dukungan terhadap pemerintah.

"Kami justru mendorong semua Parpol untuk memikirkan kepemimpinan nasional secara serius. Tentu yang kinerja dan integritasnya baik tak ada salahnya diberi kesempatan memimpin lagi," terangnya.

Hendrawan juga menyoroti pandangan SBY terkait kebhinekaan di Indonesia. Dia mengamini sebagian besar pandangan SBY terkait masalah-masalah kebhinekaan dan konflik yang terjadi belakangan.

"Pernyataan yang terkait dengan kebhinekaan sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat tetap berjalan di atas rel yang diharapkan," tegasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato politiknya di hadapan ribuan kader partai di JCC, Selasa (7/2). Dalam pidatonya, SBY berulang kali menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan menjatuhkan pemerintahan yang sah secara konstitusi.

"Saya optimis masa depan Indonesia. Bukan berarti saya tidak percaya pemerintah. Beri kesempatan pada Presiden Jokowi untuk menuntaskan masa baktinya hingga selesai," ujar SBY disambut riuh rendah tepuk tangan kader partai Demokrat yang memadati JCC.

SBY mengingatkan tiga sikap Demokrat. Pertama, konsisten memberi dukungan pada pemerintahan Jokowi-JK hingga masa jabatan selesai. Pejabat eksekutif baik Gubernur, Bupati, dan Wali Kota yang berasal dari partai Demokrat, diinstruksikan untuk mendukung penuh tugas Presiden Jokowi.

Sikap politik kedua, lanjut SBY, Demokrat mendukung keputusan presiden yang tepat, benar dan pro rakyat. Sikap politik ketiga, Demokrat tetap mengkritisi keputusan dan kebijakan pemerintah yang keliru dan bertentangan dengan kehendak rakyat. "Partai Demokrat konsisten berada di luar pemerintahan," tegasnya.

SBY menegaskan, Demokrat bersikap ksatria. Tidak memiliki bakat menjadi bunglon dan oportunis. "Kalah dalam pemilu 2014, kita terima kekalahan dengan lapang dada. Kita siapkan karpet merah untuk pemimpin baru," imbuhnya.