| Alumni Aksi 212 Long March Ke Komnas HAM Buat Bela Rizieq |
Mereka semua berkumpul di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Seusai salat Jumat, mereka membentangkan spanduk untuk menampung semua tandatangan warga yang ingin membela Rizieq dan Al Khaththath. Mereka membuat petisi yang nanti akan diserahkan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.
"Kami membuat petisi dan kumpulkan lima ribu tanda tangan. Untuk kami berikan ke Komnas HAM, kami meminta keadilan agar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap para ulama," ujar Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Sambo.
Seperti pantauan 88dg88.com, Jumat (19 Mei 2017), setelah melakukan tanda tangan, massa mulai berjalan kaki dari Masjid Sunda Kelapa pada pukul 13.15 WIB. Mereka menempuh jalur utama menuju arah Kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhari, Menteng Jakarta Pusat.
Ratusan alumni 212 ini membentangkan spanduk putih yang berisi tandatangan dukungan terhadap para ulama yang kini dikriminalisasi negara. Tak hanya membentangkan spanduk, mereka juga membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid.
Rombongan alumni aksi 212 tiba di Kantor Komnas HAM pada pukul 13.30 WIB. Setibanya di lokasi, massa aksi membentangkan spanduk putih berisi tandatangan tangan di tembok Komnas HAM.
Sementara itu, di sudut lain Kantor Komnas HAM, para relawan mulai menggalang tanda tangan petisi di atas kertas. Massa aksi yang hadir bergantian membubuhkan nama lengkap, nomor HP, alamat, serta tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada para ulama.
Sementara Al Khaththath terjerat kasus dugaan merencanakan makar.
Presidium Alumni 212 menilai ulama sedang dikriminalisasi oleh aparat penegak hukum. Mereka curiga kasus tersebut diintervensi penguasa.
EmoticonEmoticon